I
Gusti Bagus Yudhara mulai meniti kariernya di
bidang industri pariwisata dari magang sebagai
asisten manajer di Restoran Puri Suling, Goa Gajah,Ubud.Apa
dan bagaimanakah kisah Restoran Puri Suling itu?
Setelah bekerja di restoran itu, ke mana lagikah
Yudhara melangkah sebelum akhirnya menjadi salah
satu pengusaha biro perjalanan dan agen penjualan
tiket penerbangan yang sukses?
Nama Restoran Puri Suling memang sudah lama lenyap
dalam peta pariwisata Bali.Tidak ada lagi brosur
pariwisata atau guide book mutakhir yang mencatumkan
nama Restoran Puri Suling di dalamnya. Ini wajar
saja karena restoran yang terletak di kawasan
objek wisata Goa Gajah itu sudah tidak ada lagi.
Restoran yang mulai buka tahun 1965,tutup operasi
tahun 1980-an.
Meski
sudah lama hilang dari peta pariwisata Bali, riwayat
Puri Suling tetap harus dicatat. Mengapa? Puri
Suling adalah restoran standar internasional pertama
di Bali yang ada di luar hotel. Di restoran inilah
tamu-tamu biasa menikmati makan siang dalam rangkaian
tur seharinya (full day tour) ke daerah Kintamani
dan Tampaksiring akhir 1960-an dan 1970-an.
Dalam
perkembangan selanjutnya sejalan dengan perkembangan
pariwisata Bali, makin banyak restoran berdiri
di luar hotel seperti yang bisa dijumpai di Sanur
dan Ubud. Meski demikian, sampai tahun 1980-an
awal, Restoran Puri Suling masih tetap populer
di kalangan biro perjalanan sebagai tempat ideal
atau a pleasant stopover untuk mengajak tamu-tamunya
menikmati santap siang, dengan atmosfir spiritual
Goa Gajah,pemandangan lembah sungai dan sawah
yang indah di sekitarnya.
Eksistensi
Restoran Puri Suling dicantumkan dalam Insight
Guides BALI terbitan APA Production tahun 1984.Dalam
buku tersebut (halaman 313), Restoran Puri Suling
dipromosikan seperti berikut:
Several
kilometers beyond Ubud, just above the mysterious
Elephant Cave is the Puri Suling Restaurant:
the name means "palace of flutes".
Built entirely from local wood and thatched
palm, the restaurant is suspended above terraced
rice fields and makes a pleasant stopover during
a full-day's tour of the island. Satay grilled
fish, omelettes and a soothing selection of
cool drinks highlights the menu, while dining
is accompanied by the distant melodies of flutes.
Yang
ditekankan dalam promosi di atas adalah lokasi
Restoran Puri Suling yang tepat berada di atas
Goa Gajah yang (sejarahnya masih dianggap) misterius.
Bentuk bangunan terutama atap rumah makan tersebut
menggunakan alang-alang dan kayu lokal. Selain
itu diterangkan juga pemandangan sekitar restoran
terutama panorama sawah berundak yang indah. Tentang
makanan, Restoran Puri Suling disebutkan menawarkan
hidangan sate, ikan panggang, omelet, dan minuman
khas daerah tropis.
Disebutkan
pula,tamu-tamu yang menikmati santap siang di
sana akan mendengar sayup-sayup irama suling.
Hadirnya secara khas dan rutin melodi suling inilah
yang merupakan penjelasan nyata mengapa restoran
tersebut bernama Puri Suling.
Keberadaan
Restoran Puri Suling tak hanya penting kedudukannya
dalam konteks sejarah pariwisata khususnya restoran
di Bali, tetapi juga sangat besar artinya dalam
jenjang karierYudhara.Di Restoran Puri Suling
inilah Yudhara pertama kalinya mulai meniti kariernya
di dunia pariwisata. "Saya mulai magang dengan
menjadi asisten manajer Restoran Puri Suling;'kataYudhara.Ini
terjadi mulai tahun 1965,tak lama setelah Yudhara
tamat sarjana muda dari Fakultas Hukum Unair.
Kemampuan
bahasa Inggris aktif yang dimiliki sejak SLUA
Saraswati merupakan modal penting bagiYudhara
untuk bekerja di Restoran Puri Suling. Pengalamannya
aktif di organisasi sejak siswa dan ketika menjadi
mahasiswa di Unair Surabaya juga merupakan modal
lain di bidang manajemen: "Sekarang saya
sadar bahwa kalau tidak pernah aktif di GMNI dan
organisasi kemahasiswaan lainnya, mungkin langkah
saya menjadi asisten manajer canggung sekali,"
katanya.
|