Home > Pemilu DPD 2009 & Strategi Pengembangan > Latar Belakang
 
Latar Belakang

Daerah Bali sejak lama sudah merupakan suatu wadah terjadinya pergaulan nasional maupun internasional, dimana tamu – tamu mancanegara dan nusantara hadir di Bali untuk menikmati keindahan alam, budaya, yang unik dan bernafaskan agama Hindu.

Ekosistem Bali tidak saja didukung oleh sumber daya alam, tetapi juga kebudayaan yang sarat dengan nilai – nilai kehidupan yang bernuansa Hindu dengan filosofis Tri Kaya Parisuda, artinya bahwa lokal genius Bali terakomodasikan secara sinergis dari budaya Bali dengan kekentalan estetikanya, religius, keharmonisan, kedinamisan menunjukkan cara berpikir, berbicara dan berbuat.

Kebudayaan Bali yang dijiwai oleh agama Hindu memberikan ciri yang khas kepada masyarakat Bali sebagai komunitas yang ritualistik dalam sistem agama, sistem budaya, sistem sosial yang tumbuh subur di Bali.

Sebagai ekspresi budaya masyarakat di era globalisasi ini, maka dibutuhkan figur / pemimpin masa depan untuk menghadapi dan mempertahankan kondisi – kondisi positif yang dimiliki Rakyat Bali dan bisa menghantarkan Bali menjadi menjadi daerah Bali yang Ajeg, yaitu kuat, kokoh di segala hidup dan kehidupan.

  1. Pesta Demokrasi di Indonesia sudah diambang pintu, yaitu penyelenggaraan pemilihan umum tahun 2009, dimana setiap warganegara Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang sama, karena itu setiap orang yang sudah memenuhi aturan wajib ambil bagian dengan menyalurkan aspirasinya dalam kegiatan akbar tersebut.
  2. Pulau Bali sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI berkewajiban pula melaksanakan dan berusaha mengamankan pesta demokrasi (Pemilu) tahun 2009.
  3. Pulau Bali sebagai primadona tujuan wisata yang dikunjungi oleh wisatawan baik nasional (Wisnu) maupun internasional (Wisman) harus tetap dijaga / dilestarikan dan kita harus yakin bahwa semua itu adalah anugrah Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang merupakan warisan para leluhur.
  4. Bali telah mengalami perubahan yang sangat cepat, mengalami perkembangan yang membawa dampak pada kehidupan rakyat Bali, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif.
  5. Dampak negatif dari perkembangan dan perubahan yang sifatnya multi dimensional sedikit banyak berpengaruh pada keajegan Bali yang meliputi Parahiyangan, Palemahan dan Pawongan. Karena itu perlu diupayakan pembangunan Bali diarahkan pada peningkatan sradha dan bhakti masyarakat Bali yang mayoritas umat Hindu untuk menuju Bali yang Ajeg.
  6. Pembangunan Bali ke depan haruslah sesuai dengan prinsip – prinsip hidup dan kehidupan budaya Bali yang bernafaskan Agama Hindu. Jadi Bali yang Ajeg dengan berlandaskan Tri Hita Kerana harus dilestarikan dan diperjuangkan terus.
  7. Sebagai seorang putra Bali yang tidak boleh tinggal diam hanya sebagai penonton saja, maka harus berani dan mampu membawakan aspirasi Rakyat Bali dan memperjuangkannya melalui terjun langsung yang salah satunya adalah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD).
Profile
»  Introduction »  Curiculum Vitae »  Visi & Misi »  Motto »  Family »  Photo Gallery
Pemilu DPD 2009
»  Latar Belakang »  Langkah Strategis »  Strategi Pemenangan »  Peta Kekuatan Pemilih »  Usulan & Masukan
Strategi Pengembangan
»  Bidang Pariwisata »  Bidang Ekonomi »  Bidang Sosial Budaya »  Bidang Pertanian »  Bidang Keamanan