Wilayah
kerja Yudhara sebagai Konsul Kehormatan Mexico
meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi
dan Irian Jaya; jadi hampir seluruh wilayah Indonesia
bagianTimur.Penunjukan Konsul Kehormatan di Bali
dan untuk menangani urusan di wilayah Indonesia
Timurmenurut Yudhara,terjadi sejalan dengan perkembangan
hubungan bilateral Mexico dengan Indonesia: `Hubungan
dagang antara Mexico dan Indonesia mulai meningkat.
Pengusaha kedua negara sering saling mengunjungi.
Turis Mexico ke Indonesia juga mulai meningkat,"
kata Yudhara. Menurut Pak Konsul,warga Mexico
yang berkunjung ke Indonesia per tahun mencapai
200 ribu."Cukup banyak.Tendensinya meningkat;'tambahYudhara.
Logikanya,
dengan makin banyak warga Mexico ke Indonesia
dan semakin meningkatnya jumlah warga Indonesia
berkunjung ke Mexico, urusan administrasi seperti
permohonan visa tentu semakin banyak. Selain untuk
urusan perdagangan, warga Indonesia atau Bali
khususnya bertandang ke Mexico adalah juga untuk
urusan seminar. "Pernah ada sejumlah dokter
dari Bali pergi ke Mexico untuk seminar. Jumlahnya
Iumayan.Visa kunjungan ke Mexico,saya yang menangani,"cetusYudhara.
Sebagai
Konsul Kehormatan,Yudhara memang mempunyai tugas
dan kewajiban untuk memproses permohonan visa
bagi warga negara Indonesia yang akan berkunjung
ke Mexico. Bagi mereka-yang berada di wilayah
kerja Konsul Kehormatan-yang hendak ke Mexico,
pertama-tama harus mengajukan permohonan visa
ke kantor Yudhara. Data permohonan dikirim ke
Kedubes Mexico di Jakarta untuk mendapatkan persetujuan
(approval). Setelah Jakarta menyetujui, visa dikeluarkan
di Denpasar dengan tanda tangan Yudhara. Menurut
Pak Konsul, dalam setahun permohonan visa yang
diproses mencapai antara 15-20 buah. Kehadiran
Konsul Kehormatan Mexico di Bali tentu saja memudahkan
bagi warga di daerah untuk memohon visa. Kalau
tidak ada Konsul Kehormatan Mexico di Bali tentu
saja mereka yang akan pergi ke Mexico harus memohon
visa ke Jakarta.
Memproses
visa hanyalah salah satu tugas Konsul Kehormatan.Tugas
pokok dan tanggung jawab lainnya banyak sekali
meskipun tidak selalu muncul dan membutuhkan penanganan.Tugas
tersebut misalnya terusmenerus menjaga dan membina
hubungan bilateral kedua negara, Indonesia-Mexico.
Sebagai Konsul Kehormatan,Yudhara berkewajiban
untuk memberikian informasi tentang Mexico kepada
warga dan pejabat Indonesia yang memerlukan,demikian
juga informasi tentang Indonesia bagi warga negara
dan pejabat Mexico yang membutuhkan. Hal ini terutama
menyangkut informasi tentang ekspor-impor atau
urusan dagang lainnya. Di bidang hubungan dagang,Yudhara
melihat ada kecendrungan peningkatan
expor furniture Indonesia ke Mexico. Pada masa
datang,hal ini akan terus ditingkatkan sesuai
dengan permintaan dari Mexico, negeri yang berpenduduk
100 juta jiwa.Hubungan dagang juga meningkat lewat
sektor pariwisata.Sebagai orang pariwisata,Yudhara
berusaha keras untuk mempromosikan Mexico di Indonesia
dan berusaha mempromosikan Indonesia khususnya
Bali di Mexico.
Mexico
mungkin hanya dikenal warga Indonesia dari golongan
berpendidikan atau kelas menengah ke atas.Sebagian
di antara mereka yang berduit mungkin pernah ke
Mexico dalam lawatan ke Amerika atau negara-negara
Amerika Latin. Sejak awal 1990-an, popularitas
Mexico mulai dikenal merambah kalangan masyarakat,
terutama penggemar acara telenovela, sinetron
televisi. Di luar dugaan, demam telenovela asal
Mexico popular dengan "tiba-tiba" dan
berlangsung bertahun-tahun. Serial yang sangat
terkenal antara lain "Maria Mercedes","Si
Cantik Klara", dan "Kassandra".
Bintang-bintang telenovela ini tak hanya cantik
tetapi juga piawai berakting.
Hadirnya
telenovela Mexico benar-benar menjadi alternatf
menarik bagi penonton TV Indonesia di tengah redupnya
produksi sinetron Indonesia dan jenuhnya mereka
terhadap film-film Hollywoood Amerika yang monoton
dengan perkelahian, perang, pistol-peluru, dan
kebut-kebutan. Telenovela Mexico yang romantis
dan mengisahkan urusan domestik yang penuh suka-duka
menjadi suguhan yang langsung diminati. Demam
akan telenovela awal tahun 1990-an kira-kira sama
dengan demam terhadap film India di awal tahun
2000-an.
Saking
terkenalnya bintang-bintang telenovela itu, usaha
untuk mendatangkan salah satu di antara mereka
ke Indonesia pun diwujudkan. Tahun 1996 bintang
telenovel "Maria Mercedes" si cantik
Thalia berkunjung ke Indonesia menjadi"diplomat
budaya"Mexico. Kunjungan ini membuat negeri
Mexico makin dekat di hati warga Indonesia. Selama
lawatannya di Indonesia, Thalia sempat berkunjung
ke Bali dan menjadi tamu khusus Asiawati Oka,
istri Gubernur Bali Ida Bagus Oka (waktu itu).
Ke mana pun Si bintang "Maria Mercedes"
melenggang di Bali, dia mendapat sambutan yang
luas. Sebagai Konsul Kehormatan, Yudhara bersama
istrinyaTjok Sri juga ikut sibuk menangani kelancaran
perjalanan dan sesekali menemani Corraema Torres
selama di Bali.
Kehadiran
Thalia di Bali ketika itu mengingatkan warga Bali
akan kunjungan bintang film Australia Rebecca
Gilling yang bermain dalam serial"Return
to Eden",popular tahun 1980-an.Rebecca Gillling
diundang ke Indonesia sebagai bentuk "diplomasi
budaya", mengakrabkan hubungan Indonesia
dan Australia. Hal ini sama dengan kehadiran Thalia
di
Indonesia. Wajah "Maria Mercedes" yang
manis menjadi idola atau kriteria baru ukuran
citra kecantikan wanita. Saat itu mulai biasa
kedengaran di Bali orang berkata "wou....
cantiknya seperti Maria Mercedes".
Film
Mexico benar-benar popular di kalangan penonton
Indonesia. Untuk meningkatkan diplomasi kebudayaan,
khususnya lewat seni film, Kedubes Mexico bekerja
sama dengan penggemar film Indonesia di Jakarta
dan Bali menyelenggarakan Pekan Film Mexico tahun
1998. Di Bali,Yudhara sebagai Konsul kehormatan
Mexico, mengadakan kerja sama pemutaran dan paresiasi
film Mexico dengan pihak Sekolah Tinggi Seni Indonesia
(STSI).
Hubungan
"khusus" Bali dengan Mexico sebetulnya
tak hanya dibangun lewat telenovela dan film-film
Mexico tahun 1990-an saja. Jauh di tahun 1930-an,
seorang pelukis dan penulis Mexico Miguel Covarrubias
(1904-1957), sudah bertandang ke Bali, pulau yang
dianggapnya `sorga' (paradise). Miguel dan istrinya,Rose
Covarrubias,berkunjung ke Bali dan mereka menetap
di Bali untuk beberapa tahun. Selama di Bali,
Covarrubias tak hanya melukis dan mendorong pelukis
Bali seperti I Ketut Rudin dari Renon (Denpasar)
untuk berkarya dengan tema dan style modern, tetapi
juga melakukan riset intensif tentang seni budaya
dan adat Bali. Hasil riset itu diterbitkan dalam
buku Island ofBali, terbit pertama tahun 1937.
Buku
Island of Bali merupakan karya penting tentang
Bali dan berperanan besar dalam mempromosikan
keunikan budaya Bali ke dunia luas sehingga Bali
semakin terkenal sebagai daerah tujuan wisata.Walau
terbit tahun 1930-an, buku Island of Bali yang
merupakan introduksi jitu tentang Bali masih tetap
dicetak ulang sampai sekarang. Buku tersebut masih
dipajang dan bersanding dengan buku-buku baru
tentang Bali toko-toko buku bergengsi.Sarjana
dan calon turis seperti wajib membaca buku Covarrubias
jika ingin tahu Bali secara rinci. Jasa Covarrubias
untuk promosi (pariwisata) Bali luar biasa besarnya,
lewat bukunya dia mengetuk hati warga dunia untuk
mengapresiasi budaya Bali.
Saatnya
Bali, entah pemerintah provinsi atau lembaga swadaya
masyarakat, untuk menghitung jasa Covarrubias
dalam membentuk citra harum masyarakat Bali di
mata dan hati masyarakat internasional. Memberikan
Covarrubias penghargaan adalah salah satu bentuknya,
misalnya mengabadikan namanya menjadi nama gedung
atau nama jalan di Bali. Ide ini sangat layak
dipertimbangkan melihat `abadinya' jasa Covarrubias.
Sebagai Konsul Kehormatan Mexico, negeri kelahiran
Covarrubias,Yudhara memiliki rencana untuk mengenang
sosok dan jasa Miguel Covarrubias."Faktanya
memang begitu. Bersama beberapa orang asing
seperti Walter Spies, Covarrubias berbuat banyak
untuk promosi Bali. Hasil promosi Bali itu kita
nikmati terus sampai kini;' kata Yudhara, tanpa
bermaksud mengecilkan arti usaha pihak lain terutama
masyarakat Bali sendiri dalam membangun seni budayanya.
Warga
Mexico yang datang ke Bali tak semuanya memberikan
keharuman buat Bali seperti Covarrubias. Ada juga
yang tersangkut masalah narkoba. Tahun 2000 lalu,misalnya,ada
dua warga negara Mexico yang berurusan dengan
kepolisian dan pengadilan karena kasus narkoba
melibatkan 12 kg barang bukti. Adalah tugas dan
kewajiban Yudhara sebagai Konsul Kehormatan untuk
memenuhi permintaan terdakwa, misalnya untuk akses
ke pengacara dan kontak dengan keluarganya di
Mexico, jika yang bersangkutan memerlukan. Yudhara
pun hadir dalam sidang di Pengadilan, terutama
ketika sidang pertama untuk memantau agar sidang
peradilan berlangsung fair. "Hukum Indonesia
tentu harus dihormati. Warga Mexico itu divonis
seumur hidup, sedangkan pasangannya (wanita) divonis
7 tahun penjara;'ujarYudhara.
Ketika
terjadi ledakan born di Kuta 12 Oktober 2002 yang
menewaskan lebih dari 200 orang,Yudhara mendapat
tugas tambahan dari Kedubes Mexico di Jakarta.Waktu
itu tidak ada korban warga Mexico, tetapi tugas
Yudhara sesuai dengan permintaan dari Kedubes
Mexico Jakarta adalah untuk memantau korban born
warga Ekuador. "Ekuador tidak mempunyai konsul
di Bali, jadi mereka minta saya membantunya melalui
Kedubes Mexico di Jakarta, "ujar Yudhara.Ketika
terjadi kremasi massal korban bom di krematorium
di Mumbul, Bali, Yudhara pun hadir bersama konsul
negara lain, sama-sama mengenakan jas hitam, sebagai
representatif pemerintah Ekuador.
Sesekali
Yudhara harus tampil mewakili Duta Besar Mexico
untuk berbicara tentang Mexico di forum regional,
seperti yang terjadi awal 2003. Saat itu, Deplu
dan Deperindag Indonesia menyelenggarakan seminar
untuk forum Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di
Nusa Dua. Dalam forum itu,Yudhara berbicara tentang
kebijakan Mexico dalam ekspor dan impor dalam
konteks NAFTA, North American Free Trade Area.
Selain Mexico, beberapa diplomat negara Amerika
Latin juga berbicara, sedangkanYudhara satu-satunya
konsul kehormatan.
TugasYudhara
sebagai Konsul Kehormatan senantiasa difokuskan
ke dua arah dengan target akhir agar hubungan
bilateral kedua negara berjalan lancar.Dalam konteks
ini,kepentingan kedua negara diakomodasi secara
baik.Tiap dua tahun sekali,Yudhara sebagai Konsul
Kehormatan berserta Tjok Sri diundang ke Mexico
menjadi tamu negara bersama konsul-konsul Mexico
di negara lain. Biaya perjalanan dengan pesawat
kelas
bisnis dan penginapan selama di Mexico ditanggung
negara Mexico. Selama seminggu di Mexico, mereka
diundang menghadiri briefing tentang perkembangan
politik dan perekonomian Mexico.Acara diskusidiskusi
itu biasanya menampilkan para menteri dan pejabat
tinggi Mexico. "Briefing ini saya anggap
seperti program stroom accu atau up date informasi
saya tentang Mexico. Maksudnya, agar kami mengetahui
apa yang terjadi dan bagaimana kebijakan luar
negeri Mexico;'kataYudhara yang sudah beberapa
kali mendapat undangan khusus ke Mexico.
Dalam
forum seperti itu,Yudhara juga mengambil kesempatan
untuk mempromosikan Indonesia, menyampaikan informasi
khususnya tentang sektor perdagangan dan pariwisata.
Puncak acara briefing biasanya diisi pertemuan
para diplomat dan konsul dengan Presiden Mexico,yang
bagi Yudhara dan Tjok Sri merupakan pengalaman
berkesan dan sebuah `kehormatan' sebagai Konsul
Kehormatan. Pengalaman ini tak hanya menorehkan
lukisan indah dalam kanvas kehidupan Yudhara dan
Tjok Sri, tetapi memungkinkan mereka sesekali
mengenang kembali masa lalu Yudhara, khususnya
ketika dia bercita-cita menjadi diplomat.
|